Bagaimana lemak ditubuhmu? Ketahui sumber lemak yang baik seperti apa

Mengurangi asupan lemak dan mengganti asupan lemak jenuh menjadi asupan lemak tidak jenuh adalah salah satu cara untuk menurunkan risiko penyakit jantung. Hal tersebut juga bertujuan untuk menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah. Lemak memiliki peranan krusial bagi siapa pun yang ingin menjalani diet sehat. Perlu kita ketahui lemak tersebut ternyata mengandung asam lemak esensial yang mampu menjaga kesehatan kulit, menjadi sumber energi, bahkan dapat membantu mengelola vitamin yang larut di dalam lemak. Sementara itu, konsumsi lemak jenuh dan asam lemak trans harus senantiasa dibatasi. Pembatasan ini bertujuan menghindari diri dari bahaya kolestrol tinggi atau penyumbatan pembuluh darah,bahkan penyakit jantung. Pada umumnya lemak ternyata terbagi menjadi tiga jenis. Lemak yang baik bagi tubuh dikenal dengan lemak tak jenuh lemak tersebut terdiri dari lemak tak jenuh tunggal dan ganda. Siapapun dari mereka sangat disarankan untuk mengonsumsi jenis-jenis makanan yang mengandung lemak tak jenuh secukupnya tiap hari.[1] “dilansir dari laman Hellosehat” Lemak yang baik pada umumnya terdapat dalam jenis lemak tidak jenuh. Jenis lemak ini hanya dapat ditemukan dalam bentuk cair di temperatur ruang, seperti minyak zaitun, minyak kacang, dan minyak jagung. Asam lemak tidak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol baik dalam darah, menurunkan peradangan,dan  menstabilkan ritme jantung. Berikut beberapamjenis lemak yang baik diantaranya:

  1. Asam lemak tidak jenuh ganda
READ  Ketahui Penyebab Demensia

Jenis lemak ini banyak ditemukan di makanan yang ditanam, seperti buah-buahan dan sayuran, serta juga dapat ditemukan dalam minyak sayur. Asam lemak ini membantu menurunkan kadar kolesterol LDL. Penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi makanan tinggi asam lemak tidak jenuh ganda dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah sehingga dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes melitus tipe 2. Terdapat dua jenis asam lemak tidak jenuh ganda, yaitu asam lemak omega-3 dan asam lemak omega-6. Omega-3 dan omega-6 tidak dapat diproduksi oleh tubuh sehingga harus diperoleh dari makanan. Asam lemak omega-3 dapat menurunkan risiko penyakit jantung koroner.

  1. Asam lemak tak jenuh tunggal

seperti alpukat, minyak zaitun, minyak kanola, dan kacang-kacangan, seperti kacang almond dan hazelnut ternyata tekandung jenis lemak yang satu ini, kita bisa lihat pada buah-buahan yang telah disebutkan tadi. Asam lemak ini membantu mempertahankan kadar kolesterol HDL dan menurunkan kadar kolesterol LDL. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan tinggi asam lemak tidak jenuh tunggal juga dapat meningkatkan kadar kolesterol darah yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung, tidak hanya itu, jenis lemak ini ternyata juga mampu mengontrol kadar insulin dan kadar gua darah yang akan menurunkan resiko penyakit diabetes..

READ  Obat Alami Untuk Sembuhkan Dermatitis Atopik

Lemak yang memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi atau mengandung lemak trans terdapat dalam bentuk padat pada temperatur ruangan. Lemak yang diperoleh dari jenis tersebut dapat dikatakan lemak jahat. Oleh sebab itu, mereka biasanya disebut dengan lemak padat. Sumber lemak ini terdapat pada lemak daging, mentega, dan margarin. Tidak hanya lemak yang baik ternyata ada beberapa jenis lemak jahat yang harus kita ketahui agar dapat mengurangi ketika mengkonsumsinya, diantaranya adalah:

  1. Lemak trans

Jenis lemak ini biasanya terdapat dalam jumlah sedikit pada makanan, seperti pada daging dan produk susu. Sebagian besar lemak trans dapat ditemukan dalam makanan yang digoreng. Makanan yang melalui proses penggorengan mengandung lemak trans karena minyak sayur yang dipakai untuk menggoreng mengalami proses hidrogenasi parsial yang menghasilkan lemak trans pada makanan tersebut. Hidrogenasi parsial lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL serta menurunkan kadar kolesterol HDL.

  1. Lemak jenuh
READ  GEJALA PENYAKIT SALURAN PERNAPASAN SAMPAI CARA-CARA MENGATUR PERNAPASAN

Lemak jenuh terdapat pada makanan, seperti daging merah, ayam, produk susu, seperti keju dan es krim, santan, mentega, dan margarin yang ternyata mengandung lemak jenuh didalamnya. Lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL. Jenis kolesterol inilah yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes melitus tipe 2.

 

 

Sumber: Halodoc.com

[1] Sumber referensi Alodokter.com